You could put your verification ID in a comment Or, in its own meta tag Or, as one of your keywords Your content is here. The verification ID will NOT be detected if you put it here. candra pasha22

kunjungi blog saya yang lain

Translate

PRESTASI LEGENDA BULU TANGKIS INDONESIA

Posted by Unknown Jumat, 27 Desember 2013 0 komentar

ARDY B. WIRANATA



Ardy Bernardus Wiranata, sering disebut dengan nama Ardi B.W. (lahir di Jakarta, 10 Februari 1970; umur 43 tahun) adalah pemain bulu tangkis Indonesia di era tahun 1990-an, juara Indonesia Terbuka 6 kali dan peraih Medali Perak Olimpiade Barcelona 1992. Ia adalah salah satu pebulu tangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Ardy meraih Medali Perak di Olimpiade Barcelona 1992 setelah di final kalah dari Alan Budikusuma yang juga pemain Indonesia. Ia merupakan atlet berprestasi hasil binaan PB Djarum
Setelah berhenti sebagai pemain bulu tangkis, Ardy memfokuskan diri menjadi pelatih bulu tangkis.

Prestasi

 




Ardi B Wiranata Mematok Rekor Tinggi di Indonesia Open
Jakarta – Indonesia mungkin dulu gudangnya pemain bulutangkis, di era 1980an hingga awal 1990an Indonesia adalah salah satu kekuatan terbesar di arena tepok bulu ini. Tak jarang pemain-pemain Indonesia harus saling menjegal untuk bisa menjadi juara.
Adalah Ardi Bernardus Wiranata atau yang lebih sering dikenal dengan Ardi B Wiranata yang lahir pada 10 Februari 1970 ini harus menyerah ditangan Alan Budikusuma di final Olimpiade Barcelona tahun 1992. Meski tak jadi penyumbang emas di arena itu, Alan tetaplah bukan sembarang pebulutangkis. Ia terkenal dengan gaya rambutnya yang khas, rambut bagian belakangnya kerap ia biarkan panjang. 
Ardi mengukir namanya di Indonesia Open, ia tercatat berhasil meraih enam kali juara di arena ini. terbanyak, sampai akhirnya rekornya disamai Taufik Hidayat pada tahun 2007. Ia pun sempat menjadi yang terbaik dimasa berkaririnya. Ia memenangkan berbagai gelar di berbagai belahan dunia, kala itu rangking dunia pun didominasi oleh beberapa rekannya yang juga datang dari Indonesia.
Sebenarnya dia sudah mulai bersinar tahun 1988 ketika bisa menundukkan pemain-pemain elite saat itu, seperti Yang Yang di Preston, Inggris, pada Carlsberg Classic. Dia kemudian kalah di final dari Morten Frost Hansen. Tahun berikutnya, dia pun bisa mengalahkan Yang Yang di China Terbuka untuk menjadi juara China Terbuka. Ia berhasil menjadi runner up Kejuaraan Dunia kala itu. itu hanyalah awal, Ardi menjadi juara All England, SEA Games dan memenangi piala dunia di tahun 1991, dan menjuarai Final Grand Prix di tahun 1994, salah satu kejuaraan paling bergengsi kala itu. 
Di Indonesia Open, ia pertama kali mengukirkan namanya pada tahun 1990, dan menjadi juara bertahan selama tiga tahun, sampai pada tahun 1993 gelar juara di genggam rekan yang sekaligus rivalnya, Alan Budikusuma. Ardi pun kembali ke podium di tahun 1994 dan 1995. Dan melengkapi gelar keenamnya di tahun 1997. 
Ia dan Taufik Hidayat memiliki banyak kesamaan di Indonesia Open, selain menang enam kali juga sama-sama berhasil mencatatkan kemenangan tiga dan dua tahun berturut-turut. Taufik juara tahun 1999-2000 serta 2002-2004.
Dengan catatan kemenagnannya di Indonesia Open, ia menjadi salah satu rajanya Indonesia Open. mungkinkah ada atlet lain yang menyamai prestasinya lagi, atau bahkan mengalahkan pencapaiannya di salah satu kejuaraan bergengsi ini?
 

ARDY B WIRANATA : Bola Kukejar ke Mana Pun Menuju

Ardy Bernardus Wiranata, sering disebut dengan nama Ardi B.W. (lahir di Jakarta, 10 Februari 1970; umur 38 tahun) adalah pemain bulutangkis Indonesia di era tahun 1990-an, juara Indonesia Terbuka 6 kali dan peraih Medali Perak Olimpiade Barcelona 1992. Ia adalah salah satu pebulutangkis terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.
Ardy meraih Medali Perak di Olimpiade Barcelona 1992 setelah di final kalah dari Alan Budikusuma yang juga pemain Indonesia. Ia merupakan atlet berprestasi hasil binaan PB Djarum an pertandingan Ardy B. Wiranata melawan musuh-musuhnya adalah menyaksikan adu stamina. Ardy akan menyeret musuh ke dalam permainan-permainan panjang, hingga lawan tak kuasa lagi mengeluarkan senjata andalannya. Energinya terkuras habis meladeni stamina Ardy yang luar biasa. Dan itulah senjata andalan Ardy Bernadus Wiranata yang mengantarkanya ke tangga juara.
Permainan Ardy, panggilan akrabnya, sebenarnya belum begitu menarik ketika usianya belum mencapai 20 tahun. Baru setelah itu, permainan bungsu dari empat anak-anak keluarga Leo Wiranata dan Paula Maria Suryani ini membuat penonton bergembira. Semangat juangnya luar biasa tinggi, bola pun senantiasa dikejar ke mana pun melaju. Jatuh bangun menjadi pemandangan biasa bila Ardy sedang bermain. Luka-luka kecil juga bukan hal aneh pada Ardy. Ardy memang mengembangkan permainan bertahan yang membuat lawan kehabisan nafas. Ardy pun mampu menekan terus-menerus sampai lawan terjungkal. Ini tidak lain berkat stamina dan power yang tinggi yang dimilikinya.
Ardy mulai senang pada bulutangkis ketika suatu saat menonton pertandingan 17 Agustus-an bersama kedua orang tua dan saudara-saudaranya yang lain. Sang ayah kemudian membawa Ardy ke pelatnas bulutangkis di Hall C Senayan. Dari sanalah Ardy kemudia mulai mengayun raket. Ayahnya memasukannya ke klub yang juga dibinanya, PG 16. Kemudian ketika mulai bersinar Ardy dimasukan ke klub yang pembinaannya lebih terarah, yaitu PB Djarum.
Beberapa prestasi yang pernah diraih lelaki kelahiran Jakarta, 10 Februari 1970 ini adalah, pemegang rekor juara Tunggal Putra turnamen Indonesia Open sebanyak enam kali berturut-turut. Prestasi lainnya adalah, juara dunia Tunggal Junior Bimantara 1987, juara China Open 1993, medali perak Olimpiade Bercelona, juara Jepang Open 1991, 1992, dan 1994. Kemudian juara All-England 1991, juara Piala dunia 1991, anggota tim Piala Thomas 1988, 1990, 1992, dan 1994; juara Korea Open, juara Taiwan Open, runner-up All-England, runner-up World Championship 1989, juara China Open, semifinalis World Championship, semifinalis All-England.
Kini, ayah dari Shawn Wiranata ini menjadi kepala pelatih bulutangkis nasional di Kanada. Hal ini terungkap dari peberitaan situs resmi Federasi Badminton Internasional (WBF). Situs itu memberikan judul yang cukup fantastis soal Ardy, “Badminton Legend Now Canadian Coach.” (Legenda bulutangkis yang kini menjadi pelatih orang-orang Kanada -red)
Ardy yang akhirnya mundur dari tim nasional Indonesia, pergi dengan meninggalkan jejak prestasi yang gemilang. Sebagai pemain Tunggal Putra dengan segudang prestasi, dan kini ia nangkring di Amerika Serikat menjadi kepala pelatih tim negeri itu untuk tiga musim.
“Sesuatu yang besar berada di Kanada,” kata Ardy. Lalu ia melanjutkan, “Ini merupakan peluang tentunya, negara ini sebenarnya memiliki tim yang bagus. Sesuatu dapat dibangun di sini sebab para pemain tampak ingin melakukan sesuatu yang baik,” katanya. Bulutangkis Kanada cukup disegani di zona Pan Amerika. Sayang, para pemainnya kurang mendapat pengalaman internasional dan kompetisi dengan negara-negara kuat di Eropa dan Asia. “Mereka harus banyak bertanding di turnamen internasional dan berlatih sebaik mungkin,” kata Ardy.
Demikianlah perjalanan Sang Legenda hidup kita. Ia besar di atas Tanah Air bulutangkis. Di lapangan ia adalah seorang pejuang yang gigih mengejar laju bola agar tak jatuh, di kehidupan ia adalah pejuang yang bijak mengikuti putaran roda kehidupan, yang bernama keluarga. Sungguh sebuah jejak baik yang layak untuk kita teladani.

Ardy Wiranata: Ingin Ikuti Jejak Liem Swie King 



Kalau ada anak muda yang tahun ini begitu gembira pada hari-hari ulanglahunnya, itulah Ardy Bernardus Wiranata. Siswa kelas I SMP Regina Pacis di Palmerah Utara, Jakarta ini dilahirkan 10 Februari 1970. Dan dalam kejuaraan bulutangkis yunior internasional di Koeln, Jerman Barat, 10-12 Februari lalu, agak di luar dugaan ia tampil sebagai pemenang.
Memang agak mengejutkan, sebab PB Tunas Inti, klub yang mengirimnya ke sana, sebenarnya masih ragu. Ia dikhawatirkan belum akan mampu menghadapi lawan yang rata-rata bertubuh raksasa. Termasuk pelatihnya sendiri, Hadi Nasri, masih merasa kurang sreg.


Tapi ya itulah - berkat bakat, tekad, kemauan besar, dan ketrampilan yang memang lumayan, ia membuktikan bahwa keraguan tidaklah perlu untuknya. Piala kejuaraan ia boyong ke Jakarta, setelah menyisihkan 31 saingan dari Inggris, Polandia dan Jerbar sendiri.

Pertandingannya terberat di semifinal. "Benar-benar memeras keringat, " tuturnya . Guido Schanzler, lawannya dalam semifinal itu, memang satu-satunya yang bisa menahan Ardy tiga set: 15-4, 6-15, 15-11. Sedangkan di final ia malah merasa lebih mudah menang. M. Turnich, pemain tuan rumah, disikatnya 15-6, 15-11.

Bandel

Tapi Ardy memang lahir di keluarga bulutangkis. Ayahnya, Leo Chandra Wiranata, sampai sekarang termasuk pengurus inti di PBSI Jakarta. Dan ketiga kakaknya (Ardy anak bungsu), baik Audy Alexander (21), Hedy Paulina (18) maupun Ferdy Gregorius (17), termasuk pemain yang trampil daam olahraga tepok bulu ini.

Dengan pelatih ayahnya sendiri, Ardy mulai menyabet raket pada umur 9 tahun. Ia kemudian masuk klub PG 16 yang kini melebur jadi Tunas Inti, dan terus menerus dalam binaan pelatih Hadi Nasri.

Penggemar pelajaran sejarah ini pertama kali muncul sebagai juara pada kejuaraan PBSI Jakarta Pusat 1979 untuk golongan anak-anak. Ia kemudian juara Piala Garuda Pakin 1981 di Semarang, Piala Lotto 1982 di Bandung, juara ketiga remaja di DKI 1983 dan belum lama ini juara Jakarta untuk pemain di bawah 15 tahun.


Biarpun bungsu ia tidak manja. Lebih menonjol kebandelannya. Keinginannya mengetahui apa saja mungkin juga jadi pendukung. Ketika diwawancarai di rumahnya, kawasan pemukiman Tomang City Garden, sebentar-sebentar ia menengok ke buku catatan wartawan BOLA ingin tahu apa yang ditulis tentang dirinya.

King

Ia menyukai pribadi Liem Swie King dengan perjalanan karirnya yang menjadikannya tenar di dunia. "Saya ingin mengikuti jejaknya. Karena itu saya harus terus belajar dan berlatih," kata Ardy sambil melap keringatnya.

Meski karir bulutangkis penting, tapi sekolah menurutnya tetap harus lebih diutamakan. "Masing-masing ada waktunya," kata Ardy. Karena itu dua hari dalam seminggu ia menyingkirkan raketnya.


Tentang peristiwa paling mengesankan dalam perjalanan bulutangkis yang masih pendek itu, ia kembali menunjuk ke kejuaraan di Koeln itu. Soalnya, inilah pengalaman pertamanya dalam lomba internasional. Dan lantaran bahasa asingnya masih amat terbatas, ia terpaksa berkomunikasi dengan bahasa hura-hura.

Tapi apa mau dikata, sebab ternyata ketika ia berpasangan dengan pemain Jerbar Mueller, medalipun diraihnya juga meski hanya perunggu. "Kami cukup kompak, padahal tanpa latihan, hingga pengaturan posisi seadanya saja ," tutur Ardy yang juga menyenangi basket dan sepakbola.
SUMBER:http://abunfreed.blogspot.com
IKUTI TRUZ BLOG KU Y...... http://candraaulia22.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

ARTIS TERTAMPAN INDONESIA 2013

Posted by Unknown Kamis, 26 Desember 2013 0 komentar

berikut 10 artis tertampan indonesia 2013:

1. MIKE LEWIS  ( Michael George William Lewis ) :  Model, bintang ftv,berwajah indo karena berdarah indo dan ada kesan oriental cina,berdarah kanada-malaysia-cina,mantan suami artis Tamara bleszynski.





2. RIZAL SABRI  ( Rizal Karaeng Maruppa) :  Model di jakarta indonesia dan Singapura, pemenang pegaent internasional,Berwajah oriental dengan paras ada kesan indo, jika dilihat dari wajah sepertinya dia bukan asli indonesia.





3. RICHARD KEVIN  ( Richard Kevin ) : Pemain sinetron, keponakan dari Arie wibowo, berdarah indo jerman, parasnya real indo,dia seorang muslim.




4. NICHOLAS SAPUTRA  ( Nicholas
Schubring Saputra ) : Bintang film, sekarang sudah tidak begitu eksis,berwajah indo namun kesan indonesia di wajahnya masih kuat, berdarah indo.



5. FACHRI ALBAR  ( Fachry Albar ) : Bintang sinetron, anak dari artis gaek Ahmad albar sekaligus keponakan dari artis Camelia malik, mantan kekasih Marsha timothy ini berdarah indonesia - arab, mengoleksi beberapa tatto di tubuhnya, kombinasi body dan wajahnya menasbihkan namanya di posisi ke-5 Orang tertampan di Indonesia.




6. MORGAN SMASH  (
Handi Morgan Winata ) : Personil boyband Smash ini berdarah tionghoa,pria bersenyum manis ini mempunyai paras yang kental oriental, nyanyi dan dance adalah salah satu nilai lebihnya.





7. HERJUNOT ALI  ( Mahbub Herjunot Ali ) : Bintang film 5 cm ini berdarah padang,berkulit putih,mantan kekasih dari mantan puteri indonesia Agni pratista ini juga adalah seorang DJ,dengan body tinggi semampai membuatnya banyak diidolakan gadis remaja.





8. ANDHIKA PRATAMA (Andhika Pratama Subagyo) : Presenter yang juga suami dari artis Ussy sulistyawati ini memiliki paras yang kental indo kontan saja karena dia lahir dari kedua orangtua yang berdarah indo,artis yang berasal dari Malang Jawa timur ini saat ini disibukkan dengan menjadi Host acara musik INBOX di SCTV.






9. VINO G.BASTIAN  (
Vino Giovani Bastian ) : Artis berdarah asli indonesia ini yang juga adalah suami artis Marsha timothy memiliki badan yang atletis dan acting yang sangat mumpuni,wajahnya yang manis membuatnya di Tasbihkan oleh banyak web dan hampir semua pengamat fashion mode dan dunia entertaint sebagai penghuni posisi ke-9 Pria tertampan di Indonesia.




10. DAVE SWAT  (
David Gusti Ngurah Putra Suryadi ) : Model, berdarah bali


sumber: http://zvsdfgvbgvb.blogspot.com
ikuti terus di http://candraaulia22.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

10 ARTIS INDONESIA YANG MENDUNIA

Posted by Unknown Rabu, 25 Desember 2013 0 komentar

10 Artis Asal Indonesia Yang Mendunia

1. Angggun




Tak perlu diragukan lagi dialah artis pertama Indonesia yang bisa mengembangkan sayapnya hingga ke Eropa. Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang komposer besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya, Snow on the Sahara, di lebih dari 33 negara di seluruh dunia. Anggun tercatat sebagai penyanyi Asia paling sukses di luar Asia.


2. Daniel Sahuleka



Penyanyi kelahiran Semarang, 6 Desember 1950 adalah seorang penyanyi Belanda yang berdarah Ambon, Indonesia. Ia tinggal di Winterswijk, dimana bakat menyanyi dicuatkan oleh Rudy Bennett. Daniel tidak banyak menerbitkan album. Beberapa lagunya yang terkenal di Indonesia antara lain adalah You Make My World So Colorful yang muncul pada awal 1980-an sebagai salah satu lagu dalam album Daniel Sahuleka (1977), serta "Don't Sleep Away The Night" yang merupakan single album dengan judul yang sama pada tahun 1978. Di awal kariernya sebagai penyanyi rekaman, Daniel bernaung di bawah Polydor (Netherland).

3. Shandy Sandoro



Shandy lahir di Jawa tengah dari keluarga pemusik. Sepupu dari Ira Maya Sophia ini kerap menghabiskan waktunya untuk bermain band menyanyikan lagu-lagunya Van Hallen, Mr. Big dan the Black Crows waktu SMA. Selama kuliah Shandy harus menanggung biaya hidup dan kuliahnya sendiri. Dia menjadi street musician atau pengamen di kota Berlin untuk memperoleh penghasilan setelah gagal diterima kerja di sebuah supermarket. Disinilah Shandy mulai di kenal oleh komunitas musisi di Jerman.Banyak yang tidak menyangka kalau Shandy adalah orang Indonesia atau asia. Kalau hanya mendengarkan suaranya, orang akan menyangka kalau Shandy merupakan artis American-African karena suaranya yang sangat soulful.

Pada tahun 2007, Shandy mencoba mengikuti Stefan Raabs song contest dan berhasil meraih posisi ke-5. Pada bulan April 2008, Shandy akhirnya mengeluarkan album indie yang berisikan lagu-lagu hasil ciptaanya yang berjudul “Why Dont We”. Single pertamanya yang berjudul “Shine” merupakan hasil kolaborasi dengan DJ Ibiza dan Dublex Inc yang masuk dalam chart hits di radio-radio di Eropa. Atas jasanya mengharumkan nama Indonesia, pada Agustus 2008, KBRI Jerman memberinya anugerah Satya Lencana Karya Satya.
Pada tahun 2009, atas dorongan Brandon Stone seorang produser musik, Shandy mengikuti kontes New Wave. Kontes yang mirip dengan Idol ini merupakan salah satu event pencari bakat musik yang penting dan menarik jutaan pemirsa dan media internasional.Shandy menjadi pemenang dari kontes ini bersama dengan seorang penyanyi Ukraina. Di kontes ini, Shandy membawakan beberapa lagu diantaranya When a man loves a woman dan sebuah lagu karangannya sendiri yang berjudul “End of the Rainbow”. Shandy mendapat nilai 10 dan standing ovation ketika menyanyikan lagu-lagu ini. Bahkan juri memuji keberaniannya karena dia membawakan lagu ciptaannya sendiri. Nama Shandy menjadi lebih kuat dan terkenal di dunia internasional setelah memenangkan kontes ini.


4. Meeghan Henry



Lahir di Surabaya pada 7 Januari 1995, remaja berusia 15 tahun ini memiliki darah Indonesia dari sang ibu yang orang Surabaya asli. Namun ketika Meeghan berusia empat tahun keluarganya hijrah ke Los Angeles, AS.
Di dunia musik karier Meeghan dimulai ketika musikus sekaligus produser Ronnie King menangkap bakatnya ketika dia berada di California Sound Studios. Melihat bakat Meeghan, King pun meneawarinya untuk menekan kontrak dengan Wright Records Inc., sebuah label independen. Selain aktif bernyanyi di acara sekolah dan berbagai acara di kota tempat tinggalnya, Meeghan rajin mengikuti kompetisi di dunia model. Beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain menjadi runner-up Child Model of The Year di New York pada tahun 2000 dan juara Little Miss San Dimas pada 2004.

5. Wisnu Witono Adhi



Wisnu Witono , pria kelahiran Jakarta 9 September 1983, menjadi terkenal di Norwegia. Setelah ia menjadi satu-satunya peserta asing yang berhasil melaju ke babak lima besar ajang pencarian bakat Norwegian Idol Prestasi yang dicapai Wisnu tentu saja membuat banyak orang bangga setelah suksesdi Norwegian Idol 2006 , wisnu mulai merilis beberapa album yang terkenal hingga saat ini.

 6. Michelle Branch



ichelle Jacquet DeSevren Branch (lahir di Phoenix, Arizona, 2 Juli 1983; umur 26 tahun) adalah seorang penyanyi, pencipta lagu dan gitaris asal Amerika Serikat. Sebagai bayi prematur yang lahir 7 pekan lebih awal, nama depannya diambil dari sebuah lagu The Beatles yang berjudul "Michelle". Penyanyi blasteran Irlandia, Indonesia, Perancis, dan Belanda ini memiliki dua saudara.
Nenek Michelle Branch dari ibunya lahir di Jawa Timur sehingga kemungkinan besar Michelle adalah keturunan Jawa. Ada kemungkin pula ia keturunan Madura. Itu juga tidak menutup kemungkinan, ia berdarah Sunda ataupun Tionghoa.Michelle Branch menjadi bintang tamu dalam serial televisi Buffy The Vampire Slayer dan American Dreams.
Pada 23 Mei 2004, Branch menikah dengan seorang gitaris bas bandnya, Teddy Landau, berusia 19 tahun lebih tua dari dirinya, di Meksiko. Anak pertama dari pasangan suami istri ini lahir pada 3 Agustus 2005 dengan nama Owen Isabelle.Sekarang Michelle Branch bergabung di sebuah band yang bernama The Wreckers, dengan single pertama "The Good Kind".


7. Reza Ningtyas Lindh



Reza lahir di Jakarta 1 Januari 1981. Sejak tahun 2004 ia tinggal di Lund, kota kecil di bagian selatan Swedia. Reza menetap disana setelah menikah dan bekerja sebagai pembantu koki. awal mula menyanyi di publik sejak berusia sembilan tahun ketika menyanyi pada perayaan HUT RI. Reza juga pernah berpartisipasi pada Asia Bagus, suatu program pencarian bakat penyanyi Asia di era tahun 90-an.Sejak menetap di Swedia Desember 2004, Reza hanya menyanyi pada perayaan HUT RI di wilayah Skine, Swedia tahun 2006 dengan suaranya yang mengejutkan warga Indonesia lainnya.

Pada awal musim panas tahun 2006 ketika tim audition tiba di Malmo dekat kota Lund, rekan Reza secara diam-diam menjebaknya untuk ikut audisi. Dengan alasan akan mengajak Reza jalan-jalan ke Kopenhagen, teman-teman Reza langsung membawanya ke tempat Audition dimana ratusan orang lainnya juga sudah menunggu giliran.Di sinilah awal perjalanannya di kontes Idol 2009 dimana para juri memilihnya untuk masuk dalam 20 besar di Stockholm yang kemudian disiarkan langsung secara nasional untuk memilih 12 finalis.

8. Liquicia Anggraini



erempuan 33 tahun kelahiran Bandung ini mulai melebarkan sayap di tanah air dengan menggandeng retail Harvey Nichols di Grand Indonesia. Ia tertarik mendalami dunia fashion sejak pertama kali menginjakkan kakinya di kota fashion dunia, New York, sepuluh tahun lalu. Ia belajar mode di Fashion Institute Tecnology. Koleksi Liquica telah dipasarkan di beberapa kota di Amerika seperti Arkansas, California, Georgia, Illinois, Minnesota, South Carolina, Virginia dan New York. Juga sudah merambah beberapa negara seperti Jepang, Dubai, dan Puerto Rico.


9. Tania Gunadi



Nama artis Tania Gunadi nyaris tak terdengar di Indonesia. Padahal, Mojang kelahiran Bandung, 29 Juli 1983 ini merupakan bintang sejumlah film televisi dan layar lebar di Amerika. Bahkan boleh jadi Tania Gunadi merupakan satu-satunya artis asal Indonesia yang eksis dalam industri film Amerika terutama dalam film serial televisi.

Tania Gunadi hijrah dari Bandung ke Los Angeles bersama keluarga saat dia masih remaja. Karena menyukai akting, Tania masuk sekolah akting dengan pengajar Robert F. Lyons. Robert F. Lyons merupakan mantan aktor Hollywood yang membintangi sejumlah film laris di era 70-an sampai 80-an, seperti “Cease Fire”, “Gunsmoke” dan “Dealing”.

Setelah ditempa di sekolah akting Robert F. Lyons, Tania mulai mendapat peran pertama dalam sebuah film pendek sebagai seorang penari. Film pertama Tania Gunadi adalah “A Real Job” yang diproduksi tahun 2001. Namun sejak itu dia mulai mendapat berbagai tawaran komersial untuk produksi Disney Channel. Nama Tania Gunadi memang cukup dikenal sebagai pemain dalam sejumlah produksi TV Disney Channel. Dia berperan sebagai Allison Wong dalam serial komedi Disney Channel berjudul “Even Stevens”.

10. Adi Priyo Sambodo




Adi Priyo Sambodo merupakan penyanyi utama 6ixth Sense (Malaysia). Berasal dari Jember, Jawa Timur. Beliau lahir pada 1 Oktober 1983. lagu ciptaanya yang terkenal di malaysia adalah Khatimah Cinta dan Hikayat Cinta. Di Malaysia karya lagu Adi Priyo Sambodo di 6ixth Sense telah mendapatkan berbagai penghargaan.
SUMBER: http://elvhiera.blogspot.com
KUNJUNGI TERUS:http://candraaulia22.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

BIOGRAFI B.J HABIBIE

Posted by Unknown 0 komentar
BIOGRAFI B.J HABIBIE

Biografi B.J Habibie - Salah satu tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia dan juga Presiden ketiga Republik Indonesia, dialah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang shalat Isya.

Tak lama setelah ayahnya meninggal, Ibunya kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie, sepeninggal ayahnya, ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie, karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya.

Karena kecerdasannya, Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman, karena mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia maka ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di  Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH) Ketika sampai di Jerman, beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain. Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.



Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil.

Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras, di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya, Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menghemat kebutuhan hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.

Rumus yang di temukan oleh Habibie dinamai "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai "Mr. Crack". Pada tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. dari tempat yang sama tahun 1965. Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional di antaranya, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana.


Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.
Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!

Pada tanggal 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie, istri BJ Habibie, meninggal di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Muenchen, Jerman. Ia meninggal pada hari Sabtu pukul 17.30 waktu setempat atau 22.30 WIB. Kepastian meninggalnya Hasri Ainun dari kepastian Ali Mochtar Ngabalin, mantan anggota DPR yang ditunjuk menjadi wakil keluarga BJ Habibie. Ini menjadi duka yang amat mendalam bagi Mantan Presiden Habibie dan Rakyat Indonesia yang merasa kehilangan. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.
"Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, .......ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........." Papar BJ Habibie.
Pada Awal desember 2012, sebuah film yang berjudul "Habibie dan Ainun" diluncurkan, film ini Mengangkat kisah nyata tentang romantisme kedua saat remaja hingga menjadi suami istri dan saat ajal memisahkan mereka. Film yang diambil dari buku terlaris karya BJ Habibie, Film ini di garap oleh dua sutradara yaitu Faozan Rizal dan Hanung Bramantyo, dengan pemeran Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun Habibie.


Pidato BJ Habibie ketika berkunjung Ke Garuda Indonesia

Dik, anda tahu, saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan “Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI,
orator paling unggul, itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur, Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik, anda semua lihat sendiri, N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia. Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa.

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!

Pak Habibie menghela nafas, Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....

Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia.

Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,
− Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten− C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis− D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:
Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik, organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu...

Dik, saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya, saya mau kasih informasi...... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu.

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam, seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan...

Dik, kalian tau, 2 minggu setelah ditinggalkan ibu, suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu... Ainun.... Ainun ........ Ainun ........saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini...’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;
1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus...3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga...

*(dari tayangan program di stasiun televisi 27 Januari 2012, P.Habibie bercerita, ternyata ada 4 opsi,bukan 3, dimana opsi yang belum tersebut di atas adalah, P.Habibie diminta bercerita tentang apa saja tentang bu Ainun kepada dokter, hampir sama dengan opsi 2)

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu).. ia melanjutkan pembicaraannya;

Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun.......dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat..... saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia.

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata.......

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui...

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu, semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh Habibie dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif.”

Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :

* VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
* CN - 235
* N-250
* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
· Helikopter BO-105.
· Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
· Beberapa proyek rudal dan satelit.

Sebagian Tanda Jasa/Kehormatannya :

* 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
* 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
* Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
* 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
* 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
* 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No. 40, 1980)
* 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
* 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
* 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
* 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
* 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
* 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia
SUMBER: http://kolom-biografi.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....
Template by Cara Membuat Email | Copyright of candra pasha22.